Minggu, 23 Maret 2014

Analisa Kejadian Luar Biasa " Flu Burung"


Kejadian Luar Biasa

FLU BURUNG DI LEGOK TANGERANG



  
oleh :
Vika Agustin Damayanti
25010113120195

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014



A.    Apakah “flu burung” itu?

Penyakit flu burung atau Avian influenza (AI) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza yang menyerang burung/unggas/ayam. Salah satu tipe yang perlu diwaspadai adalah yang disebabkan oleh virus influenza dengan kode genetik H5N1  yang selain dapat menular dari burung ke burung ternyata dapat pula menular dari burung ke manusia. Penyakit pada hewan ini disebabkan virus flu burung tipe A. Semua flu burung adalah influenza A. Influenza ini disebabkan oleh virus pernapasan yang dapat menyebabkan batuk, akumulasi cairan berlebih, nyeri tenggorokan, nyeri otot, kelelahan, dan demam pada kebanyakan spesies yang terinfeksi olehnya. Pada umumnya virus ini menjangkiti ternak unggas Asia.

B.     Kejadian Luar Biasa “ FLU BURUNG “

Pada bulan Juli 2005 telah ditemukan infeksi flu burung H5N1 yang menyerang manusia untuk pertama kalinya dan berujung pada kematian. Kejadian ini pertama kali ditemukan di Legok, Tangerang. Kemungkinan korban telah terinfeksi oleh virus H5N1 yang sebelumnya telah menginfeksi unggas-unggas terlebih dahulu, karena virus H5N1 dapat menular ke manusia melalui unggas dan hewan lain yang telah terinfeksi virus, kotoran unggas, maupun benda lain yang telah kontak dengan unggas yang telah terkontaminasi virus.

C.    Analisis Kasus

Setelah diselidiki, ternyata rumah korban berada di permukiman Villa Melati Mas, yang sekitar 15 kilometer terdapat peternakan ayam dan peternakan babi. Dari pemeriksaan terhadap 10 sampel serum babi di Legok Tangerang yang dilakukan oleh Nidom, ternyata hasil dari sampel tersebut menyatakan 5 sampel terbukti positif terkena virus influenza avian. Setelah diselidiki lebih lanjut Nidom menduga kalau virus yang menginfeksi korban adalah virus yang berasal dari babi. Diperkirakan virus yang berasal dari influenza avian dapat mengisfeksi babi, musang, cerpelai, kucing, kera, dan manusia.
Virus H5N1 yang sering menginfeksi unggas juga dapat bermutasi, sehingga dapat menginfeksi hewan spesies lain dengan kadar patogenitas yang berbeda pula. Dengan adanya kasus diatas, kita dapat memetakan kemungkinan bagaimana korban bisa terinfeksi virus.
Dari sudut pandang keberadaan lokasi korban, rumah korban berada tidak jauh dari peternakan ayam dan peternakan babi sehingga dengan jarak yang tidak terlalu jauh ini akan lebih mudah untuk menularkan virus dari hewan ternak tersebut kepada korban.
Dari sudut pandang peternakannya, mungkin dari cara perawatan ternak yang kurang higienis yang menyebabkan banyaknya sumber penyakit yang bersarang ditempat tersebut. Selain mengenai cara perawatan, kemungkinan ternak-ternak tersebut saat dibeli memang sudah terinfeksi terlebih dahulu yang menyebabkan menularkan virusnya kepada ternak yang lain kemudian terjadi kontak langsung dengan korban, ataupun karena adanya binatang lain (seperti tikus, misalnya) yang telah kontak dengan kotoran ternak tersebut kemudian menyebarkan virusnya melalui kotoran yang diinjak kesegala tempat (termasuk kedalam rumah ).
Dari sudut pandang cara penularannya, kejadian flu burung di Indonesia bias disebabkan oleh udara yang tercemar oleh material debu yang mengandung virus influenza avian ( flu burung), karena virus influenza avian ( H5N1) dapat menyebar melalui makanan, minuman, pakaian, peti telur, burung, serta insekta yang telah terinfeksi virus. Ayam atau hewan lain yang telah terinfeksi akan mengeluarkan virus dari saluran pernapasan, konjungtiva, dan feses. Selain itu, penyebaran flu burung ini dapat dengan mudah menyebar ke berbagai daerah melalui manusia, alat perlengkapan dan kendaraan yang dipakai untuk memasarkan produk ternak. Sumber virus bisa berasal dari burung liar, terutama unggas air yang berpindah tempat.

D.    Solusi Permasalahan

Dari kasus diatas, ada beberapa solusi yang  dapat dilakukan antara lain :
·         Penempatan Kandang
Dari segi berternak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjamin higienis lingkungan peternakan. Penempatan bangunan kandang harus dekat dengan sumber air karena ternak yang dipelihara sangat membutuhkan air. Kandang terisolasi dari lalu lintas umum dan jauh dari percampuran manusia, hewan atau unggas lain, ini bertujuan untuk mencegah hewan ternak menjadi stress, terutama ayam ( unggas ). Tempat tidak mudah becek, karena tempat yang becek dapat menimbulkan berkembang biaknya bakteri. Tempat jauh dari gudang makanan, karena dimana ada makanan pasti akan ada tikus, dan tikus merupakan vektor penyakit sehingga harus dihindarkan dari hewan ternak kita. Untuk kandang unggas setidaknya ada jarak antar kandang sekitar 6-7 meter. Tempat tidak terbuka luas, setidaknya ada pepohonan sebagai peneduh dan beberapa tanaman agar hewan tidak jenuh karena tidak adanya pemandangan.
·         Litter / kotoran
Kotoran / litter yang sangat tercemar merupakan masalah yang penting dalam penanggulangan virus H5N1. Kotoran / litter dapat didesinfeksi terlebih dahulu sebelum dikeluarkan dari kandang untuk dibakar atau di proses lebih lanjut untuk dijadikan pupuk. Virus ini dapat bertahan lama, terutama dalam kondisi lembab dan dingin. Virus masih infektif dalam feses selama 30-35 hari pada temperatur 4̊ C dan selama 7 hari pada 20̊ C.
·         Pengobatan
Influenza avian tidak dapat diobati. Pemberian antibiotik atau antibakteri hanya digunakan untuk mengobati infeksi sekunder oleh bakteri atau mycoplasma. Disamping itu, perlu juga dilakukan pengobatan supportif dengan multivitamin untuk membantu proses rehabilitasi jaringan yang rusak.

Referensi :

AAK. Beternak Ayam Pedagang. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 1986.

Rasyaf, Muhammad. 6 Kunci Sukses Beternak Ayam Kampung. Jakarta: Penebar Swadaya, 2010.

Siegel, Marc. FLU BURUNG : Serangan Wabah Ganas dan Perlindungan Terhadapnya, terj. Ary Nilandari. Bandung: Penerbit Kaifa. 2006

 http://www.litbang.deptan.go.id/special/ai

[Sumber kasus : “Dari Mana Virus Itu?”, SUARA PEMBARUAN DAILY, http://suarapembaruan.com/, 24 juli 2005]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar