Kejadian Luar Biasa
FLU BURUNG DI LEGOK TANGERANG
oleh :
Vika Agustin Damayanti
25010113120195
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014
A.
Apakah “flu burung” itu?
Penyakit flu burung atau Avian
influenza (AI) merupakan penyakit yang disebabkan oleh
virus influenza yang menyerang burung/unggas/ayam. Salah satu tipe yang perlu
diwaspadai adalah yang disebabkan oleh virus influenza dengan kode genetik
H5N1 yang selain dapat menular dari burung ke burung ternyata dapat pula
menular dari burung ke manusia. Penyakit pada hewan ini disebabkan virus flu
burung tipe A. Semua flu burung
adalah influenza A. Influenza ini disebabkan oleh virus pernapasan yang dapat
menyebabkan batuk, akumulasi cairan berlebih, nyeri tenggorokan, nyeri otot,
kelelahan, dan demam pada kebanyakan spesies yang terinfeksi olehnya. Pada
umumnya virus ini menjangkiti ternak unggas Asia.
B.
Kejadian Luar Biasa “ FLU BURUNG “
Pada bulan Juli 2005 telah ditemukan infeksi flu burung
H5N1 yang menyerang manusia untuk pertama kalinya dan berujung pada kematian.
Kejadian ini pertama kali ditemukan di Legok, Tangerang. Kemungkinan korban
telah terinfeksi oleh virus H5N1 yang sebelumnya telah menginfeksi
unggas-unggas terlebih dahulu, karena virus H5N1 dapat menular ke manusia
melalui unggas dan hewan lain yang telah terinfeksi virus, kotoran unggas,
maupun benda lain yang telah kontak dengan unggas yang telah terkontaminasi
virus.
C.
Analisis Kasus
Setelah
diselidiki, ternyata rumah korban berada di permukiman Villa Melati Mas, yang
sekitar 15 kilometer terdapat peternakan ayam dan peternakan babi. Dari
pemeriksaan terhadap 10 sampel serum babi di Legok Tangerang yang dilakukan
oleh Nidom, ternyata hasil dari sampel tersebut menyatakan 5 sampel terbukti
positif terkena virus influenza avian. Setelah diselidiki lebih lanjut Nidom
menduga kalau virus yang menginfeksi korban adalah virus yang berasal dari
babi. Diperkirakan virus yang berasal dari influenza avian dapat mengisfeksi
babi, musang, cerpelai, kucing, kera, dan manusia.
Virus
H5N1 yang sering menginfeksi unggas juga dapat bermutasi, sehingga dapat
menginfeksi hewan spesies lain dengan kadar patogenitas yang berbeda pula.
Dengan adanya kasus diatas, kita dapat memetakan kemungkinan bagaimana korban
bisa terinfeksi virus.
Dari
sudut pandang keberadaan lokasi korban, rumah korban berada tidak jauh dari
peternakan ayam dan peternakan babi sehingga dengan jarak yang tidak terlalu
jauh ini akan lebih mudah untuk menularkan virus dari hewan ternak tersebut
kepada korban.
Dari
sudut pandang peternakannya, mungkin dari cara perawatan ternak yang kurang
higienis yang menyebabkan banyaknya sumber penyakit yang bersarang ditempat
tersebut. Selain mengenai cara perawatan, kemungkinan ternak-ternak tersebut
saat dibeli memang sudah terinfeksi terlebih dahulu yang menyebabkan menularkan
virusnya kepada ternak yang lain kemudian terjadi kontak langsung dengan
korban, ataupun karena adanya binatang lain (seperti tikus, misalnya) yang
telah kontak dengan kotoran ternak tersebut kemudian menyebarkan virusnya melalui
kotoran yang diinjak kesegala tempat (termasuk kedalam rumah ).
Dari
sudut pandang cara penularannya, kejadian flu
burung di Indonesia bias disebabkan oleh udara yang tercemar oleh material debu yang
mengandung virus influenza avian
( flu burung), karena virus
influenza avian
( H5N1) dapat menyebar melalui makanan, minuman,
pakaian, peti telur,
burung, serta insekta yang telah terinfeksi virus. Ayam atau hewan lain yang
telah terinfeksi akan mengeluarkan virus dari saluran pernapasan, konjungtiva,
dan feses. Selain itu, penyebaran flu burung ini dapat dengan mudah menyebar ke
berbagai daerah melalui manusia, alat perlengkapan dan kendaraan yang dipakai
untuk memasarkan produk ternak. Sumber virus bisa berasal dari burung liar,
terutama unggas air yang berpindah tempat.
D.
Solusi Permasalahan
Dari kasus diatas, ada beberapa solusi yang dapat dilakukan antara lain :
·
Penempatan Kandang
Dari segi
berternak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjamin higienis
lingkungan peternakan. Penempatan bangunan kandang harus dekat dengan sumber
air karena ternak yang dipelihara sangat membutuhkan air. Kandang terisolasi
dari lalu lintas umum dan jauh dari percampuran manusia, hewan atau unggas
lain, ini bertujuan untuk mencegah hewan ternak menjadi stress, terutama ayam (
unggas ). Tempat tidak mudah becek, karena tempat yang becek dapat menimbulkan
berkembang biaknya bakteri. Tempat jauh dari gudang makanan, karena dimana ada
makanan pasti akan ada tikus, dan tikus merupakan vektor penyakit sehingga
harus dihindarkan dari hewan ternak kita. Untuk kandang unggas setidaknya ada
jarak antar kandang sekitar 6-7 meter. Tempat tidak terbuka luas, setidaknya
ada pepohonan sebagai peneduh dan beberapa tanaman agar hewan tidak jenuh
karena tidak adanya pemandangan.
·
Litter / kotoran
Kotoran / litter
yang sangat tercemar merupakan masalah yang penting dalam penanggulangan virus
H5N1. Kotoran / litter dapat didesinfeksi terlebih dahulu sebelum dikeluarkan
dari kandang untuk dibakar atau di proses lebih lanjut untuk dijadikan pupuk.
Virus ini dapat bertahan lama, terutama dalam kondisi lembab dan dingin. Virus
masih infektif dalam feses selama 30-35 hari pada temperatur 4̊ C dan selama 7
hari pada 20̊ C.
·
Pengobatan
Influenza avian tidak dapat
diobati. Pemberian antibiotik atau antibakteri hanya digunakan untuk mengobati
infeksi sekunder oleh bakteri atau mycoplasma. Disamping itu, perlu juga
dilakukan pengobatan supportif dengan multivitamin untuk membantu proses
rehabilitasi jaringan yang rusak.
Referensi
:
AAK.
Beternak Ayam Pedagang. Yogyakarta:
Penerbit Kanisius, 1986.
Rasyaf, Muhammad. 6
Kunci Sukses Beternak Ayam Kampung. Jakarta: Penebar Swadaya, 2010.
Siegel, Marc. FLU
BURUNG : Serangan Wabah Ganas dan Perlindungan Terhadapnya, terj. Ary
Nilandari. Bandung: Penerbit Kaifa. 2006
http://www.litbang.deptan.go.id/special/ai
[Sumber kasus : “Dari Mana Virus Itu?”, SUARA PEMBARUAN
DAILY, http://suarapembaruan.com/, 24
juli 2005]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar