Jumat, 05 Desember 2014

1001 Khasiat Buah-Buahan
*      Pisang
Khasiat : selain menjadi sumber energi, ternyata pisang memiliki segudang gizi. Pisang disarankan untuk dikonsumsi wanita hamil karena mengandung asam folat yang mudah diserap janin melalui rahim. Namun jangan terlalu berlebihan, sebab satu pisang mengandung sekitar 85-100 kalori
Pisang juga dapat mencegah dan mengobati jenis penyakit:
-          Anemia
-          Hipertensi
-          Sembelit
-          Depresi
-          Obat mabuk
-          Penyakit jantung
-          Morning sickness
-          Gigitan nyamuk
-          Merokok
-          Gangguan pencernaan
*      Pepaya
Khasiat: mempunyai efek terapi yang sangat baik khususnya terapi kecantikan bagi wanita seperti melangsingkan tubuh, mengencangkan payudara, dan awet muda. Selain itu, daun, biji, ataupun akar pepaya juga dapat mengobati penyakit:
-          Jerawat
-          Keputihan
-          Melancarkan haid
-          Melancarkan ASI
-          Malaria dan demam
-          Flu
-          Hipertensi
-          Reumatik
-          Disentri
-          Diare
-          Malnutrisi

Reference
Yuliarti, nurheti. 1001 khasiat buah-buahan. Yogyakarta.penerbit Andi.2011.

Selasa, 08 April 2014

Disusun oleh : Vika Agustin Damayanti

TUGAS DASAR EPIDEMIOLOGI
PENGERTIAN PENYAKIT DAN TEORI TERJADINYA PENYAKIT
Ø  Pengertian Penyakit
a.       Penyakit adalah suatu keadaan abnormal dari tubuh atau pikiran yang menyebabkan ketidaknyamanan, disfungsi atau kesukaran terhadap orang yang dipengaruhinya.
b.      Penyakit merupakan salah satu gangguan kehidupan manusia yang telah dikenal orang sejak dulu

Ø  Teori-teori terjadinya penyakit
1.      Teori Contagion
Teori ini menjelaskan bahwa suatu penyakit terjadi akibat kontak antara satu orang dengan orang lain. Teori ini berawal dari pengamatan terhadap penyakit kusta di mesir.
2.      Teori Hippocrates
Teori ini memaparkan bahwa penyakit timbul karena pengaruh lingkungan, antara lain : air, udara, tanah, cuaca akan tetapi tidak dijelaskan kedudukan manusia dalam lingkungan dan faktor lingkungan seperti apa yang dapat menyebabkan terjadinya suatu penyakit.
3.      Teori Miasma
Teori miasma menyatakan bahwa penyakit timbul akibat sisa dari makhluk hidup yang mengalami pembusukan sehingga menyebabkan pengotoran-pengotoran udara dan lingkungan.
4.      Teori Germ (jasad renik)
Teori ini menjelaskan bahwa suetu penyakit disebabkan oleh jasad renik. Pada teori ini, jasad renik (germ) dianggap sebagai penyebab tunggal penyakit. Teori ini berkembang setelah ditemukannya mikroskop.
5.      Teori Humoral
Teori ini menjelaskan bahwa penyakit timbul akibat gangguan dari kesehatan keseimbangan cairan dalam tubuh. Tubuh terdiri dari 4 cairan (putih, kuning, merah dan hitam). Bila terjadi ketidakseimbangan, akan timbul penyakit. Jenis penyakit tergantung pada jenis cairan yang dominan. Teori ini berkembang dari cina.
6.      Teori Ekologi Lingkungan
Teori ini menyatakan bahwa manusia berinteraksi dengan berbagai faktor penyebab dalam lingkungan tertentu, dan pada keadaan tertentu akan menimbulkan penyakit.

Ø  Konsep Penyebab terjadinya Penyakit dan Prosesnya
Proses interaksi pada manusia (pejamu) dengan berbagai sifatnya (biologis, filosofis, psikologis, sosiologis, antropologis) dengan penyebab (agent) serta lingkungan (environment).
Pada umumnya, kejadian penyakit disebabkan oleh berbagai unsur yang secara bersama-sama mendorong terjadinya penyakit. Namun demikian, secara dasar unsur penyebab penyakit dibedakan menjadi dua yaitu :
a.       Penyebab Kausal Primer
Unsur penyebab biologis, nutrisi, kimiawi, fisika, dan psikis.
b.      Penyebab Sekunder (Non kausal)
Penyebab non kausal (sekunder) merupakan unsur pembantu atau penambah dalam proses kejadian penyakit dan ikut dalam hubungan sebab akibat terjadinya penyakit.

Ø  Epidemiology Triangle
Pada konsep di atas dijelaskan bahwa adanya interaksi antara manusia (pejamu) dengan penyebab (agent) dan lingkungan (environment). Hubungan ini digambarkan dalam sebuah segitiga yang kemudian disebut sebagai “segitiga epidemiologi (epidemiology triangle)”.




Agent                                                                         Pejamu



Lingkungan
Gambar 1.2 Keadaan keseimbangan interaksi antara pejamu, agent, dan environment

Pada teori keseimbangan, interaksi ketiga unsur tersebut harus dipertahankan keseimbangannya. Bila terjadi gangguan keseimbangan antara ketiganya, maka akan menyebabkan timbulnya suatu penyakit tertentu.

Ø  The Web Of Causation the Whell Causation
Model ini menjelaskan bahwa suatu penyakit tidak tergantung pada satu penyebab yang berdiri sendiri melainkan sebagai akibat dari serangkaian proses “sebab” dan “akibat”. Dengan demikian, maka timbulnya penyakit dapat dicegah atau dihentikan dengan memotong rantai pada berbagai titik.


DAFTAR PUSTAKA
Noor, Nasry Nur. Epidemiologi. Jakarta:Rineka Cipta.2008.

Konsep penyebab, proses terjadinya penyakit

Pengantar Kesehatan Masyarakat

Epidemiologi : Teori-teori Terjadinya Penyakit

Minggu, 23 Maret 2014

Analisa Kejadian Luar Biasa " Flu Burung"


Kejadian Luar Biasa

FLU BURUNG DI LEGOK TANGERANG



  
oleh :
Vika Agustin Damayanti
25010113120195

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014



A.    Apakah “flu burung” itu?

Penyakit flu burung atau Avian influenza (AI) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza yang menyerang burung/unggas/ayam. Salah satu tipe yang perlu diwaspadai adalah yang disebabkan oleh virus influenza dengan kode genetik H5N1  yang selain dapat menular dari burung ke burung ternyata dapat pula menular dari burung ke manusia. Penyakit pada hewan ini disebabkan virus flu burung tipe A. Semua flu burung adalah influenza A. Influenza ini disebabkan oleh virus pernapasan yang dapat menyebabkan batuk, akumulasi cairan berlebih, nyeri tenggorokan, nyeri otot, kelelahan, dan demam pada kebanyakan spesies yang terinfeksi olehnya. Pada umumnya virus ini menjangkiti ternak unggas Asia.

B.     Kejadian Luar Biasa “ FLU BURUNG “

Pada bulan Juli 2005 telah ditemukan infeksi flu burung H5N1 yang menyerang manusia untuk pertama kalinya dan berujung pada kematian. Kejadian ini pertama kali ditemukan di Legok, Tangerang. Kemungkinan korban telah terinfeksi oleh virus H5N1 yang sebelumnya telah menginfeksi unggas-unggas terlebih dahulu, karena virus H5N1 dapat menular ke manusia melalui unggas dan hewan lain yang telah terinfeksi virus, kotoran unggas, maupun benda lain yang telah kontak dengan unggas yang telah terkontaminasi virus.

C.    Analisis Kasus

Setelah diselidiki, ternyata rumah korban berada di permukiman Villa Melati Mas, yang sekitar 15 kilometer terdapat peternakan ayam dan peternakan babi. Dari pemeriksaan terhadap 10 sampel serum babi di Legok Tangerang yang dilakukan oleh Nidom, ternyata hasil dari sampel tersebut menyatakan 5 sampel terbukti positif terkena virus influenza avian. Setelah diselidiki lebih lanjut Nidom menduga kalau virus yang menginfeksi korban adalah virus yang berasal dari babi. Diperkirakan virus yang berasal dari influenza avian dapat mengisfeksi babi, musang, cerpelai, kucing, kera, dan manusia.
Virus H5N1 yang sering menginfeksi unggas juga dapat bermutasi, sehingga dapat menginfeksi hewan spesies lain dengan kadar patogenitas yang berbeda pula. Dengan adanya kasus diatas, kita dapat memetakan kemungkinan bagaimana korban bisa terinfeksi virus.
Dari sudut pandang keberadaan lokasi korban, rumah korban berada tidak jauh dari peternakan ayam dan peternakan babi sehingga dengan jarak yang tidak terlalu jauh ini akan lebih mudah untuk menularkan virus dari hewan ternak tersebut kepada korban.
Dari sudut pandang peternakannya, mungkin dari cara perawatan ternak yang kurang higienis yang menyebabkan banyaknya sumber penyakit yang bersarang ditempat tersebut. Selain mengenai cara perawatan, kemungkinan ternak-ternak tersebut saat dibeli memang sudah terinfeksi terlebih dahulu yang menyebabkan menularkan virusnya kepada ternak yang lain kemudian terjadi kontak langsung dengan korban, ataupun karena adanya binatang lain (seperti tikus, misalnya) yang telah kontak dengan kotoran ternak tersebut kemudian menyebarkan virusnya melalui kotoran yang diinjak kesegala tempat (termasuk kedalam rumah ).
Dari sudut pandang cara penularannya, kejadian flu burung di Indonesia bias disebabkan oleh udara yang tercemar oleh material debu yang mengandung virus influenza avian ( flu burung), karena virus influenza avian ( H5N1) dapat menyebar melalui makanan, minuman, pakaian, peti telur, burung, serta insekta yang telah terinfeksi virus. Ayam atau hewan lain yang telah terinfeksi akan mengeluarkan virus dari saluran pernapasan, konjungtiva, dan feses. Selain itu, penyebaran flu burung ini dapat dengan mudah menyebar ke berbagai daerah melalui manusia, alat perlengkapan dan kendaraan yang dipakai untuk memasarkan produk ternak. Sumber virus bisa berasal dari burung liar, terutama unggas air yang berpindah tempat.

D.    Solusi Permasalahan

Dari kasus diatas, ada beberapa solusi yang  dapat dilakukan antara lain :
·         Penempatan Kandang
Dari segi berternak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjamin higienis lingkungan peternakan. Penempatan bangunan kandang harus dekat dengan sumber air karena ternak yang dipelihara sangat membutuhkan air. Kandang terisolasi dari lalu lintas umum dan jauh dari percampuran manusia, hewan atau unggas lain, ini bertujuan untuk mencegah hewan ternak menjadi stress, terutama ayam ( unggas ). Tempat tidak mudah becek, karena tempat yang becek dapat menimbulkan berkembang biaknya bakteri. Tempat jauh dari gudang makanan, karena dimana ada makanan pasti akan ada tikus, dan tikus merupakan vektor penyakit sehingga harus dihindarkan dari hewan ternak kita. Untuk kandang unggas setidaknya ada jarak antar kandang sekitar 6-7 meter. Tempat tidak terbuka luas, setidaknya ada pepohonan sebagai peneduh dan beberapa tanaman agar hewan tidak jenuh karena tidak adanya pemandangan.
·         Litter / kotoran
Kotoran / litter yang sangat tercemar merupakan masalah yang penting dalam penanggulangan virus H5N1. Kotoran / litter dapat didesinfeksi terlebih dahulu sebelum dikeluarkan dari kandang untuk dibakar atau di proses lebih lanjut untuk dijadikan pupuk. Virus ini dapat bertahan lama, terutama dalam kondisi lembab dan dingin. Virus masih infektif dalam feses selama 30-35 hari pada temperatur 4̊ C dan selama 7 hari pada 20̊ C.
·         Pengobatan
Influenza avian tidak dapat diobati. Pemberian antibiotik atau antibakteri hanya digunakan untuk mengobati infeksi sekunder oleh bakteri atau mycoplasma. Disamping itu, perlu juga dilakukan pengobatan supportif dengan multivitamin untuk membantu proses rehabilitasi jaringan yang rusak.

Referensi :

AAK. Beternak Ayam Pedagang. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 1986.

Rasyaf, Muhammad. 6 Kunci Sukses Beternak Ayam Kampung. Jakarta: Penebar Swadaya, 2010.

Siegel, Marc. FLU BURUNG : Serangan Wabah Ganas dan Perlindungan Terhadapnya, terj. Ary Nilandari. Bandung: Penerbit Kaifa. 2006

 http://www.litbang.deptan.go.id/special/ai

[Sumber kasus : “Dari Mana Virus Itu?”, SUARA PEMBARUAN DAILY, http://suarapembaruan.com/, 24 juli 2005]